MOTOR Plus-Online.com - Viral di media sosial motor mogok usai Pertamax tercampur air, kejadian di Jambi.
Lagi-lagi Pertamax tercampur air bikin motor mogok di Jambi, pihak Pertamina dan SPBU langsung gerak cepat terkait hal itu.
Kejadian tersebut berada di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sungai Misang Bangko, Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Momen tersebut terekam kamera, dan videonya beredar luas, seperti yang diposting akun Instagram @peristiwa_sekitar_jambi pada Jumat (14/3/2025).
Dalam video, terlihat beberapa orang mengecek bagian bensin dan ternyata Pertamax yang terisi tercampur air.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Merangin, AKP Mulyono.
"Jadi tadi malam hujan deras dan tangki penampungan BBM pertamax di SPBU ini tergenang air sehingga air hujan masuk ke dalam tangki dan BBM pertamax tercampur dengan air hujan," tulis akun tersebut.
Tonton videonya dengan klik LINK INI.
Baca Juga: Muncul Usulan Pertamina Kasih BBM Pertamax Gratis Disampaikan Anggota DPR, Setuju Enggak Bro?
Baca Juga: Wajib Tahu, Begini Efek Motor yang Harusnya Pakai Pertamax Malah Diisi Pertalite Dibongkar Pakar ITB
Terkait kejadian itu, tim Pertamina Patra Niaga Sumbagsel langsung melakukan peninjauan dan pengecekan di SPBU 24.373.29 Kabupaten Merangin, Jambi.
Seperti yang dijelaskan Area Manager Communication, Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan.
"Memang benar terdapat BBM terkontaminasi air di SPBU 24.373.29 akibat dari rembesan air hujan pada tangki penyimpanan SPBU," kata Tjahyo Nikho Indrawan.
"Terkait kejadian tersebut pihak SPBU bersedia bertanggung jawab, dengan memberikan penggantian biaya perbaikan kerusakan dan mengganti BBM konsumen menggunakan Pertamax Turbo," lanjutnya.
Sementara itu, Manager SPBU 24. 373. 29, Sei Misang, Joko didampingi Aparat Penegak hukum mengungkapkan bahwasanya pihak SPBU mohon maaf kepada seluruh konsumen dan pihak SPBU bertanggung jawab penuh kerusakan kendaraan yang terdampak dari kejadian tersebut.
"Kami dari manajemen SPBU 24. 373.29 mohon maaf sebesar besarnya kepada seluruh pelanggan baik yang menjadi korban maupun pelanggan lainnya dan kami dari SPBU bertanggung jawab seluruh kendaraan yang terdampak pertamax terkontaminasi air," ungkapnya.
Saat ini juga telah dilakukan penghentian penyaluran sementara pada produk Pertamax di SPBU tersebut, dan dilakukan proses pengecekan dan pembersihan pada tangki SPBU.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah menyiapkan SPBU alternatif yaitu SPBU 24.373.26 dengan jarak 5 kilometer.