Pemudik Yang Pakai Motor Akan Tetap Ramai Walau Dilarang Pemerintah, Ini Alasannya

Indra Fikri - Senin, 3 April 2023 | 21:00 WIB
Kompasiana
Ilustrasi mudik. Pemudik bermotor bakal tetap ramai meski dilarang pemerintah.

MOTOR Plus-online.com - Survei membuktikan, pemudik yang menggunakan motor akan tetap tinggi walaupun dilarang pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.

Djoko mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, jutaan motor digunakan untuk mudik setiap tahun.

Hasil Survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan menyebutkan pada 2023, ada potensi 25,13 juta unit motor (pilihan kedua setelah mobil pribadi 27,32 juta unit) yang digunakan selama periode mudik Lebaran.

"Pilihan masyarakat untuk mudik memakai sepeda motor dipandang dari sisi penghematan biaya dan kemudahan mobilitas di kampung halaman merupakan daya tarik penggunaan sepeda motor," kata Djoko, Senin (3/4/2023).

"Ongkos yang dikeluarkan menggunakan sepeda motor lebih murah ketimbang dengan mobil pribadi atau transportasi umum sekalipun untuk total pulang pergi dengan dua orang," tambahnya.

Menurut Djoko, kelebihan menggunakan motor saat mudik adalah tetap dapat bepergian ke mana-mana di daerah tujuan.

"Entah untuk silaturahmi, wisata atau sekadar jalan-jalan di lingkungan terdekat," ungkap Djoko.

Baca Juga: Mudik 2023, Infrastruktur Jalan dan Jembatan Jateng-DIY dalam Kondisi Bagus

"Hal itulah yang tidak dapat diperoleh jika menggunakan moda transportasi umum, dan kebetulan di kampung halaman tidak memiliki kendaraan," lanjutnya.

"Karenanya, pilihan mudik memakai sepeda motor terasa sangat menguntungkan," ucap Djoko.

Penulis : Indra Fikri
Editor : Joni Lono Mulia


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

TERPOPULER

Tag Popular