Find Us On Social Media :

Akhirnya Terbongkar Alasan Bayar Pajak Kendaraan di Samsat Ribet

By , Jumat, 26 Februari 2021 | 12:31
Ilustrasi bayar pajak kendaran di Samsat. (Wartakotalive.com)

"Bahkan ketika sedang ada penghapusan denda pajak itu bisa lebih lama lagi," lanjutnya.

Menurutnya, tidak praktis dan berbelitnya pengurusan pajak kendaraan bermotor itu salah satunya disebabkan karena pengisian dokumen atau formulir yang berulang.

STNK sebagai dokumen yang harus diserahkan saat bayar pajak kendaraan tahunan. (Kompas.com)

Baca Juga: Mau Dapat Pemutihan Pajak Kendaraan dan Bebas Bea Balik Nama, Ketahui Syaratnya

Padahal di era digital dan pandemi seperti sekarang, harusnya hal tersebut bisa dipermudah dengan formulir daring yang diperiksa secara digital.

"Bagi masyarakat itu khawatir untuk datang ke Samsat (karena kondisi pandemi COVID-19)," kata Denny.

"Saya sendiri juga membayar pajak itu khawatir, saya menempuh jalan dengan drive thru akhirnya. Karena menurut saya itu jadi lebih aman," tuturnya.

Denny juga menambahkan, pengurusan pajak kendaraan bermotor secara manual butuh biaya lebih tinggi ketimbang lewat online.

Baca Juga: Mau Bayar Pajak Kendaraan Tapi BPKB Masih Di Leasing? Intip Nih Caranya

Mulai dari ongkos yang diperlukan untuk mencapai loket-loket Samsat, di luar dari biaya pajak yang harus dibayar.

Kemudian terbuangnya produktivitas, karena harus meluangkan waktu setidaknya setengah hari kerja dalam mengurus pajak kendaraan bermotor.

"Karena tidak mudah ini, banyak yang menempuh dengan biro jasa." kata Denny.

"Sekilas kalau estimasi mungkin 30 persen yang menggunakan biro jasa" tambahnya.