Dari situ, muncul opini dan saran dari berbagai pihak soal mudik lebaran 2021.
Termasuk dari Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono.
Dirinya mengatakan mudik tetap beresiko dan berpotensi menimbulkan adanya kenaikan kasus Covid-19.
"Paling bagus mudik dilarang. Tahun ini mudik enggak dibatasi karena pengalaman tahun lalu, dilarang pun enggak bisa, jadi lebih mengarah bahwa pemerintah tidak bisa melarang," ucapnya.
Pandu memberikan sejumlah pandangan yang dapat diterapkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Daripada penasaran, langsung buka halaman selanjutnya ya bro.
Baca Juga: Kabar Gembira Buat Bikers, Kemenhub Pastikan Bebas Larangan Mudik Idul Adha, Tapi Ada Syaratnya
Pertama, lansia yang berada di daerah tujuan mudik dan akan dikunjungi oleh sanak keluarganya, harus divaksinasi dengan cepat.
Kedua, pemudik harus melakukan tes dengan PCR atau rapid test antigen sebelum bernagkat ke tempat tujuan mudik.
Berikutnya, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan terjaga.
"Kalau semua itu dilakukan, maka risiko-risiko yang mungkin terjadi itu walaupun ada peningkatan kasus, tidak berdampak pada banyaknya orang yang masuk rumah sakit," jelas dia.