Lebih Cepat & Lembut

Motorplus - Selasa, 1 Oktober 2013 | 19:31 WIB

 

Di MotoGP San Marino (15/9) gempar atas kemenangan Jorge Lorenzo (Yamaha Racing Factory) karena menggunakan gearbox seamless. Jorge sempat bikin gap 4 detik dengan Marc Marquez (Honda Repsol) di posisi kedua.

Berbagai pihak punya pendapat masing-masing soal seamless transmission (ST) atau seamless gearbox. Katanya perpindahan gigi lebih cepat. Data dari Yamaha menyebutkan jeda pindah gigi sebelumnya 0,038 detik. Begitu pakai seamless gearbox jadi 0,016 detik.

Gearbox seamless juga membuat perpindahan gigi lebih halus. “Persis motor matik. Enggak terlalu terasa entakan saat pindah gigi,” beber Jorge. “Benar kata Jorge. Jadinya, motor lebih mudah dikendalikan,” timpal Valentino Rossi.

Awalnya, ada pihak yang meragukan. Katanya seamless gearbox melanggar regulasi. Jangan-jangan seperti automatic transmission.

Pihak Yamaha atau Honda tidak banyak komentar teknis seamless gearbox. Honda sendiri yang sudah menggunakan gearbox seamless sejak 2011, Vice President Honda Racing Corporation (HRC), Shuhei Nakamoto bilang, HRC tidak melanggar aturan. Tapi, memang benar memiliki sesuatu yang baru di mekanisme transmisi. Mekanisme yang baru ini memungkinkan perubahan gigi lebih cepat.

Di balap mobil Formula 1 atau F1, sistem pindah gigi seperti ini bukan hal baru. Pihak FIA (Federation International Automobile) telah melegalkan gearbox seamless sejak 2005.

Sistem di gearbox Zeroshift


Di dunia motor sendiri, Honda telah mengembangkan DCT (Dual-Clutch Transmision) di motor gede secara massal. Namun, DCT terlalu berat.

Tim MotoGP tutup mulut secara teknis dan asal-muasal dari mana teknologi yang mereka gunakan. Ada dua perusahaan Inggris, Xtrac dan Zeroshift yang memproduksi seamless, keduanya tidak bersedia kasih tahu keterlibatan mereka dengan tim tertentu. Namun, pihak Zeroshift bersedia jelaskan cara kerjanya.

Dalam gearbox motor biasa, perpindahan gigi menggunakan sliding gear atau gear dog digeser satu tuas. Di gearbox seamless Zeroshift, diganti shifter bullet yang dilengkapi dua garpu. Jarak antar gigi rasio bisa dibuat pendek. Sehingga perpindahan gigi lebih pendek dan cepat.

Itu yang bisa mengurangi waktu perpindahan gigi. Selain itu, ketika pembalap menekan atau mencongkel tuas persneling tidak perlu dalam-dalam bisa langsung pindah gigi.

Menguntungkan, karena jeda pindah gigi tidak banyak waktu terbuang. Rpm mesin juga tidak begitu melambung dan bikin lebih smooth. Ini disukai Rossi. Torsi motor tak mengentak. (www.motorplus-online.com)

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan


YANG LAINNYA

TERPOPULER +