Peta Pertarungan Pemasok Komponen Sasis di Moto2, Sekarng Didominasi Kalex dan Suter

Motorplus - Kamis, 9 Januari 2014 | 12:56 WIB

Toni Elias unggul dengan Moriwaki.Setelah Itu Mendem

Dominasi Moriwaki sebagai perancang sasis, termasuk juga mesin, di kelas Moto2 terhenti sejak 2010. Musim 2010 jadi tahun pertama GP250 beralih jadi Moto2. Sasis Moriwaki dibungkam perancang dan pembuat rangka berlabel Kalex dan Suter. Pabrikan Kalex berasal Jerman dan Suter bermarkas di Swiss.

Pastinya, pertarungan Moto2 lebih fokus ke sasis. Mesin di balapan 600 cc ini dipasok langsung dari pemain yang sama, Moriwaki. Artinya, pertarungan set up mesin bukan prioritas. Tapi, paling penting bagaimana pembalap bisa me-ngendalikan motor saat di tikungan. Inilah kuncinya.

Tengok tiga tahun terakhir ini, sasis Kalex jadi juara dunia Moto2 2011 dan 2013. Sedangkan Suter, juara dunia diraih tahun 2012.

“Awal berlangsungnya Moto2 kita bermasalah dengan traksi bagian depan-belakang. Swing arm sepertinya enggak mau membantu tekanan pada ban saat menikung,” ujar Eskil Suter, Direktur Teknik Suter. “Riset utama semua perancang dan pembuat sasis bagaimana motor bisa menikung dengan sempurna. Di luar Moriwaki, risetnya jauh lebih cepat,” beber Tetsuya Sasaki, Direktur Teknik tim Idemitsu Honda Team Asia, yang masih menggunakan sasis Moriwaki.

Suksesnya Kalex mendominasi pertarungan sasis di Moto2 ada dasarnya. “Kalex lebih duluan melakukan pengembangan sasis untuk balap di Moto2. Dia punya kunci bagaimana rahasianya menggabungkan fleksibilitas, rigid, dan ringan, bisa berbanding lurus dengan tenaga yang dihasilkan,” kata Pietro Caprara, Manager teknik tim NGM Mobile Forward Racing.

Di Moto2 Scott Redding merasakan dua sasis dalam dua musim

Riset yang berjalan lebih cepat memberikan Kalex tahta Moto2 tahun ini. Pembalap posisi 1-4 klasemen akhir Moto2 2013 dikuasai sasis Kalex.

“Wajar Kalex bisa lebih baik dibanding Suter. Ini saya rasakan sejak 2012. Musim 2011 saya sempat menggunakan Suter. Tapi, berubah setelah musim 2012. Perbedaannya jelas,” ujar Scott Reeding, runner up Moto2 musim 2013.

Ada yang berbeda menurut Redding antara Kalex dan Suter. Sasis Kalex punya sangat fleksibel dan berpengaruh besar saat kondisi trek basah dan kering.

“Saat basah, saya tidak ekstra keras menekan motor supaya dapat traksi maksimal. Ini yang kurang dari Suter. Saat pakai Suter saya ekstra keras mengontrol motor,” ujar Redding yang tahun ini naik ke kelas para raja.

Inilah pertarungan sasis. (www.motorplus-online.com)

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan


YANG LAINNYA

TERPOPULER +

Tag Popular