Cara Bikin Vespa Balap Penakluk Hujan

Motorplus - Rabu, 11 November 2015 | 20:23 WIB

Selain skill pembalap dalam menghadapi lintasan yang basah, power motor yang pas jadi kunci kemenangan pembalap tim Skuter Keboot. Ferry Ferdian atau yang akrab dikenal Ferry Octane finish terdepan di kelas Matic Piaggio/Vespa 160 cc pemula. Jadi bagaimana cara bikin Vespa balap penakluk hujan?

Menurut Ahmad alias RT Madun yang kebagian meracik Vespa balap penakluk hujan milik Harry Nurachman ini, tidak ada ubahan ekstrim yang dilakukan. Ubahan hanya difokuskan pada peningkatan kompresi mesin dan mengatur ulang durasi buka tutup klep.

“Kita masih mencari-cari setingan yang paling pas. Kemarin, kompresi dipatok 12:1 yang didapat dari papas head silinder sebanyak 0,5 mm. Buat durasi kem, dibuat 240 kembar antara in dan ex. Lift dibentang jadi 7,2 mm. Untuk profil lainnya belum bisa dibuka sekarang,” beber RT Madun yang bermarkas di Ahmad Jayadi Motorsport, Jl. Raya Pondok Gede, Pusat Onderdil No. 1, Jakarta Timur, tempatnya bikin Vespa balap penakluk hujan.

Untuk klep dan sitting klep sendiri, masih dibiarkan standar. Sedangkan untuk memperlancar campuran udara dan BBM ke ruang bakar, lubang isap digerus dengan mata tuner sebanyak 1 mm. Ukuran segini, dianggap paling pas untuk mesin Vespa penakluk hujan yang masih gunakan piston ukuran standar.

Karburator juga masih standar alias tidak terkena reamer. Cuma ada penyesuaian di ukuran pilot dan main jet yang digunakan. Pada kondisi trek basah seperti dalam event balap Vespa baru-baru lalu di sikuit karting Sentul, Bogor, karburator LX 150 dipasangkan pilot jet ukuran 55 dengan main jet ukuran 112.

Imbangi ubahan pada bagian mesin, sistem pengapian ikut dimaksimalkan. Buat CDI, mengandalkan produk keluaran BRT. Koilnya masih gunakan part milik Yamaha YZ-125 yang sudah terkenal di arena balap.

Pindah ke CVT, sudut kemiringan rumah roller dibuat lebih curam. Tidak terlalu banyak, hanya dibuat lebih curam 1 derajat agar enak saat keluar masuk tikungan. Roller yang standarnya punya berat 13,5 gram, diganti dengan yang punya bobot 10 gram. Sedangkan per CVT adopsi part racing buatan Italia.

“Salah satu kunci kemenangan lainnya ada di setang. Setangnya diubah seperti motor bebek underbone. Jadi, posisi riding pembalap bisa lebih oke saat nunggang motor ini. Soalnya, posisi setang standar Vespa rata-rata tinggi,” tutup RT Madun yang lucu ini. (www.motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI

Ban         : Heidenau

CDI         : BRT

Knalpot       : AJM Racing Produk

Sok belakang     : YSS

Setang         : Custom

Penulis : Motorplus
Editor : Motorplus

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular