Pasca Preman Diberangus, Masalah Lain Muncul di Parkiran M1 Bandara Soekarno Hatta

Arseen - Rabu, 21 Februari 2018 | 09:28 WIB
istimewa
Pemalakan oleh preman di Bandara Soetta.

Preman Bandara Soekarno-Hatta di pintu M1 yang menghubungkan dengan kota Tangerang sudah diberangus, namun persoalan ternyata bekum tuntas.

Sebuah update petisi yang meminta penertiban preman menjelaskan, kondisi di pintu tersebut masih semrawut.

Sebabnya kapasitas parkir motor yang tadinya dikelola preman dan kini diambil alih pihak bandara belum mencukupi.

Terendus pula layanan shuttle bus yang melayani publik masih kurang memadai.

Hal ini diungkapkan akun Hamba Allah yang membuat update petisi yang muncul beberapa waktu lalu dan membuat geger.

Update tersebut mendapat beberapa komen.

Burhanudin Burhanudin:
Betul sekali mas.. Jalan di parimeter selatan sudah sangat parah dan banyak lubang besar..

Sangat berbahaya sekali bagi pengendara motor dan mobil.. Belum lagi polisi tidur yg tinggi dan malah membuat macet parah dr pas awal masuk parimeter selatan..

Eke uut Priyandhi:
M1 di tutup agar bandara tidak macet.

Nyatanya m1 dijadikan parkiran.
Shuttle kurang banyak. Trus parkiran m1 harus digratis kan.

Ayu Windari:
M1 - Terminal 2 biasanya cuma kurang dr 10menit ,skrg bisa makan waktu 30menitan plus drama rebutan shuttle bis

Sekarang tiap hari mau kerja perasaan deg degan takut gak dpt bis,takut kelamaan nunggu skytrain,takut dtg telat.

Berikut bunyi update petisi tersebut.

UPDATE PETISI
Kondisi M1 Pasca Transisi Tetap Semrawut!

Hamba Allah

Indonesia

20 FEB 2018 — UPDATE PETISI 20 FEB 2018

Terimakasih banyak atas dukungan dari teman-teman.

Perjuangan kita mulai menuai hasilnya: Parkiran M1 kini telah dikelola kembali oleh Angkasa Pura.

Tidak ada lagi tindakan angkut motor seperti yang telah kami sorot sebelumnya. Peraturan telah ditegakkan.

Tetapi, masih tersisa sebuah masalah: kondisi M1 tetap (bahkan lebih) semrawut.

Hal ini dikarenakan kapasitas parkiran M1 tetap sangat terbatas (bahkan ketimbang parkiran bebas sebelumnya): kurang lebih hanya menampung 415 motor.

Padahal, ada banyak perusahaan jasa aviasi yang berkantor di Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan Angkasa Pura jelas salah satunya, dan kami yakin pekerja yang bersepeda motor jumlahnya lebih dari 415 motor ini.

Kondisi TOD M1

Kami melalui petisi ini masih tetap menanyakan peraturan "Satu Pintu Masuk Untuk Kawasan Bandara Internasional".

Apabila salah satu alternatif untuk memasuki kawasan Bandara Soetta dari arah Tanggerang adalah melalui jalan perimeter, kami merasa perlu memertanyakan kualitas jalanan perimeter, baik yang Utara maupun yang Selatan.

Kondisi Perimeter Selatan Memprihatinkan!

Menurut pantauan kami, kondisi Perimeter Utara tidak kalah memprihatinkan, seperti banyaknya jalan berlubang.

Sekali lagi, terimakasih banyak atas usaha dari rekan-rekan yang berwenang dalam menyediakan solusi yang layak untuk aksesibilitas karyawan bandara, maupun pengguna jasa bandara yang berdomisili di Tanggerang.

Akan tetapi, masih ada banyak PR yang perlu sama-sama kita selesaikan.

Sekiranya kita tetap terbuka terhadap masukan dan solusi bersama, demi kebaikan kita bersama.

Penulis : Arseen
Editor : Arseen

Video Pilihan




YANG LAINNYA

Tag Popular