Anak Kapolri Mau Balapan Jadi Sales Spare Part di Asam Reges Jakarta

Niko Fiandri - Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:20 WIB
Layar video pemutaran profil singkat Kapolri Jenderal Hoegeng saat penyerahan Lifetime Achievement MOTOR Plus Award 2018, sebagai tokoh pertama yang mencetuskan wajib helm
Dok. MOTOR Plus
Layar video pemutaran profil singkat Kapolri Jenderal Hoegeng saat penyerahan Lifetime Achievement MOTOR Plus Award 2018, sebagai tokoh pertama yang mencetuskan wajib helm

MOTOR Plus-Online.com – Wajib ditiru Kapolri yang satu ini, Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Kapolri ke-5 (1968-1971).

Kejujuran dan ketegasan sikap Jenderal Hoegeng susah dicari bandingannya sebagai Kapolri.

Putera Hoegeng sendiri, Aditya Hoegeng, cerita langsung ke MOTOR Plus-Online.com.

Aditya Hoegeng atau yang akrab dipanggil Didit cerita resiko kejujuran dan ketegasan Jenderal Hoegeng.

Baca Juga: Calon Kapolri Bakal Hapus Tugas Polantas, Gak Tilang Kendaraan

Baca Juga: Kapolri Jujur Diberi Dua Motor Lambretta Ditolak Dan Dikembalikan

“Papi sebagai Kapolri enggak pernah memberikan sedikit pun fasilitas kepada kami. Ini bukti kejujuran Papi,” jelas Om Didit, sapaan akrab Aditya Hoegeng, kepada MOTOR Plus-Online.com tahun 2008.

Ternyata Didit sendiri adalah speedholic alias doyan balap.

Didit yang saat diwawancara menjabat Direktur Yamaha Music Manufacturing Indonesia, turun balap motor dan gokart.

“Papi bilang kalau mau balap cari duit sendiri buat balap. Tapi, cari duit yang benar. Harus jujur,” beber Didit, putera pertama Jenderal Hoegeng.

Penulis : Niko Fiandri
Editor : Ahmad Ridho

Video Pilihan


YANG LAINNYA

Tag Popular