Advertorial

Sekepal Aspal Talk - Special Edition : Lawless Jakarta Garage

Fathia Yasmine - Jumat, 22 Januari 2021 | 09:59 WIB
Dok. Sekepal Aspal
Suasana bengkel Lawless Jakarta Garage

MOTOR Plus-Online.com – Bagi para pecinta motor kustom, nama Lawless Jakarta Garage pasti sudah tidak asing di telinga. Ada cerita menarik di balik keberhasilan Lawless Jakarta Garage. Salah satunya, adalah kisah bagaimana pada awalnya Lawless Jakarta Garage terbentuk, hingga cara mempertahankan idealisme dan ciri kustomnya.  

Cari tahu kisah lengkapnya di sesi obrolan bertajuk Sekepal Aspal Talk Special Edition: Lawless Jakarta Garage di bawah ini.

Sekepal Aspal (SA): Bisa cerita sedikit tentang awal mula terbentuknya Lawless Jakarta Garage?

Lawless Jakarta Garage (LJG): Melanjutkan sih, karena sebelum adanya Lawless Jakarta, gue pribadi udah ngerjain motor-motor teman bareng teman-teman yang suka kustom. Walaupun pada saat itu dikerjakan di rumah dan semuanya gue sub untuk pengerjaan bodyworks dan lainnya.

Nah, begitu ada Lawless Jakarta, baru deh gue bikin tim untuk ngerjain semuanya sendiri di Lawless Jakarta Garage bareng teman-teman juga.

Dok. Sekepal Aspal
Suasana modifikasi di Lawless Jakarta Garage

SA: Apa yang bikin lo tertarik untuk mendalami dunia kustom kulture?

LJG: Dari jaman dulu, gue memang suka motor tua. Nah, dulu sempat bikin komunitas di Jl Sambas yang isinya motor-motor klasik. Kami sering nongkrong dan bertukar referensi membangun motor.

Dari situ, baru gue kepikiran kalau menarik banget nih kustom kulture. Sudah pake motor tua, dilihatnya beda sama orang lain di jalan, tambah lagi motor tua dikustom. Pasti keren banget.

Baca Juga: Tetap di Jalur: Cerita dari Sekepal Aspal Tentang Konsistensi untuk Selalu Berkarya

Tidak lama setelah itu, gue mutusin untuk bikin clothing line terlebih dahulu. Bersama dengan Gofar Hilman. Awalnya, clothing line ini hanya menggunakan referensi desain motor kustom (untuk desain baju).

Begitu toko gue jalan, terus aja gue pajang motor tua dan motor kustom (di dalam toko). Eh, ada klien datang, dia meminta gue untuk mengkustom motor tuanya.  Yaudah, dari situ gue pikir tambah seru nih. Udah keren, terus memang gue senang, terus jadi duit. Lengkap deh.

 

Dok. Sekepal Aspal
Suasana modifikasi di Lawless Jakarta Garage

SA: Menurut lo,  penting atau tidak seorang builder atau bengkel memiliki ciri khas dalam setiap karyanya?

LJG: Penting banget, karena seiring berjalannya waktu, banyak toko aftermarket yang menyediakan paket body untuk motor kustom secara mass production. Jadi enggak ketahuan motor itu buatan mana.

Begitu juga ketika ada event, banyaknya motor kustom akan membuat motor-motor tersebut sama saja kelihatannya. Jadi enggak keren lagi menurut gue. Padahal, modifikasi motor tentu mencerminkan selera kita sendiri, pemilik motor juga tidak mau motornya disamakan dengan motor orang lain.

Itulah gunanya builder atau konsultan modifikator. Mereka akan mengikuti keinginan klien, tapi tetap diseimbangkan dengan karakter bengkel tersebut. Sebab, keduanya enggak jarang punya lebih banyak referensi untuk memikirkan bagaimana hasil akhir yang pas dari modifikasi motor tersebut.

Dok. Sekepal Aspal
Suasana modifikasi di Lawless Jakarta Garage

SA:  Bagaimana cara lo dalam memadukan idealisme sebagai seorang builder dengan keinginan para klien?

LJG: Dulu memang belum banyak yang menjadi builder motor. Jadi, kita tetap punya ide atau referensi sendiri. Tapi, sekarang sudah cukup banyak bengkel yang jadi incaran klien langsung. Misalnya, “kalau mau modifikasi kaya gini, cocoknya disini, kalo gitu cocoknya disitu”.

Baca Juga: Keren Boorr, SAIME 2020 Virtual Edition Puaskan Dahaga Penggemar Motor Kustom Dari Tidak Adanya Event Yang Digelar

Kalau gue, kebanyakan klien sudah tahu mau modifikasi seperti apa ketika datang ke Lawless.  Biasanya, mereka mau tampilannya klasik, tapi tetap rapi dan enak dipakai. Jadi, gue se-simpel bertanya ke klien “lo mau bangun motor dengan genre kustom apa? Apakah ada referensi sendiri?”.

Dari situ, baru deh gue beri gambaran yang kira-kira cocok sama karakter orang tersebut, mulai dari segi proporsi sampai finishing-nya.

Dok. Sekepal Aspal
Proses modifikasi Lawless Jakarta Garage

SA: Lawless Jakarta sebagai sebuah konsorsium bisnis memiliki beberapa usaha lain selain bengkel. Bagaimana cara lo supaya enggak hilang fokus dalam menjalankan bisnis, khususnya LJG dalam menghadapi kondisi saat ini?

LJG: Gue bagi waktu kalau sekarang. Gue enggak bisa setiap waktu ada di bengkel karena kita berlima juga punya peran masing-masing untuk mengurus unit bisnis kita yang lain.

Kalau di LJG, gue menganggap bengkel sebagai tempat main dan mengurus motor bersama tim bengkel, jadi terasa lebih enjoy. Dengan situasi kayak sekarang, enggak terlalu jauh berbeda kalau urusan bengkel, karena memang motor di bengkel sudah banyak banget yang belum kepegang. Saatnya tim fokus untuk menyelesaikan satu-satu sih.

Baca Juga: Ribuan Motor Keren Mampir ke Sekepal Aspal

Selain itu, kondisi di bengkel juga belum bisa menerima motor baru untuk digarap, kita masih menyelesaikan PR-PR kita. Jadi enggak jauh berubah sih timeline di bengkel. Gitu!

Itulah obrolan Sekepal Aspal bersama Lawless Jakarta Garage. Selain Lawless Jakarta Garage, masih banyak builder-builder lain yang akan diajak ngobrol. Jadi, ikuti terus informasi terkini soal  Sekepal Aspal Talk Special Edition. (*)

Penulis : Fathia Yasmine
Editor : Sheila Respati

YANG LAINNYA