Tantangan Pickers Store Untuk Menjadi Brand yang Trash Properly

Nana Triana - Kamis, 27 Mei 2021 | 12:08 WIB
Dok. Motoflow
Pickers Store merupakan salah satu brand asal Bandung yang menerapkan prinsip trash properly.

Baca Juga: Behind The Story Part 2: Sekepal Aspal Ride and Grill Collaboration Merchandise

Beberapa produk yang ia buat, bahkan memanfaatkan bagian otomotif. Contohnya saja, asbak yang dibuat dari piston bekas dan ornamen ruangan yang dibuat dari kunci pas.

“Semua produk yang dihasilkan seminimal mungkin menghasilkan limbah. Sebab, kami mengutamakan prinsip Trash Properly,” ujar pria kelahiran 11 November 1982 tersebut.

Tak hanya itu, Chandra menjelaskan, selain produk setiap pelanggan yang berbelanja di sini dikemas menggunakan plastik yang mudah terurai.

“Sudah lama kami juga menggunakan plastik yang mudah terurai dari serat singkong. Selain itu, Pickers Store juga tak jarang menggunakan goodie bag supaya bisa digunakan berkali-kali,” jelas Chandra.

Tantangan menerapkan prinsip Trash Properly

Meski demikian, Pickers Store juga memiliki berbagai tantangan khususnya saat membuat produk dengan prinsip Trash Properlyterutama produk DIY yang dibuat dari bahan bekas yang jumlahnya cukup terbatas.

Dok. MotoFlow
Beragam produk dijual di Pickers Store

“Saat ini, sulit untuk mendapatkan barang seken yang kita inginkan dan jika ada pun harganya cukup mahal,” keluh Chandra.

Chandra juga menerangkan, dalam satu produksi membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Contohnya, saat melakukan painting pada helm atau barang lainnya itu butuh waktu yang lumayan lama apalagi pelanggan membutuhkannya dalam waktu yang singkat,” jelas Chandra.

Baca Juga: Behind The Story - Part 2: Sekepal Aspal Collaboration Merchandise

Terakhir, di era digital seperti sekarang ini, Pickers Store juga melayani pembelian secara online. Hal tersebut mau tak mau memaksa Pickers Store harus mengemasnya menggunakan plastik yang tidak sesuai dengan prinsip Trash Properly.

“Saat proses pengemasan kita tidak bisa menghindari penggunaan plastik. Namun, tidak menutup kemungkinan kedepannya menggunakan bahan yang sesuai dengan prinsip Trash Properly,” kata Chandra.

Nah, buat kamu yang ingin mendapatkan beragam informasi lebih banyak informasi seputar Trash Properly. Kamu bisa membaca artikel lainnya dengan mengunjungi laman berikut ini. Ayo mulai terapkan prinsip Trash Properly dan manfaatin limbah atau sampah menjadi barang berguna.

Penulis : Nana Triana
Editor : Sheila Respati

KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA